Papan Tulis

Pesan Pemilik

Mohon maaf, belum ada posting baru hingga setelah pekan kedua Juli 2009.

Selasa, 28 April 2009

Jadi Mahasiswa Fobia Amat sama Kuliah?

Pengantar: Postingan ini wajib dibaca oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa IF 2007 NIM ganjil.

Agak narsis dan nyombong. Begitulah kira-kira kalau pertama kali membaca tulisan di atas. Tetapi, saya hanya ingin mengungkapkan curhatan saya dalam blog ini berhubung blog ini sudah lebih dari dua bulan tak ada posting baru.

Jadi begini ceritanya:

Tadi ada deadline tubes OOP atau resminya Pemrograman Berorientasi Objek (IF2032). Tugasnya berupa simulasi kebun binatang dalam bahasa C++. Kebetulan, angkatan 2007 (sebenarnya tidak juga, ada yang tidak mengambil semester ini, ada angkatan > 2006 yang mengulang, ada tamu dari Teknik Telekomunikasi dan minor) ada kuliah RPL jam 13.00. Kelas 02 (NIM genap) kuliah seperti biasa, meskipun banyak yang tidak hadir karena tubesnya belum selesai. (Wah, kasihan sekali ya dosennya, banyak kehilangan mahasiswa). Nah, kelas 01 sebelum kuliah (seharusnya) dimulai sudah diberitahu oleh TU IF bahwa kuliah diundur jadi jam 14.00. Lumayanlah, bisa meneruskan tubes yang belum hampir selesai dan sedang di-debug oleh teman saya yang sudah terancam tidak bisa ikut kuliah siang itu. Kasihan ya, padahal menjelang jam 13.00 saya langsung turun mau kuliah. *Dasar MT* Tapi biarpun gitu, saya masuk kuliah biar bisa burn CD. Eh, teman sekelompok tak ada yang bisa burn di laptopnya. Eh, di laptop duktek yang biasa dipakai dosen presentasi, kebetulan, ada burner-nya, ya sudah, burn situ aja, tinggal beli CD.

Nah, abis balik dari Tokema beli CD *yang harganya Rp 2.900,00*, saya kembali ke kelas lalu menguji coba CD drive di laptop duktek sambil menunggu dosen datang jam 14.00. Akan tetapi, setelah ditunggu-tunggu sampai 14.22 *ya saya ingat jamnya pas turun ke lantai 2 tanya TU kenapa dosen gak datang juga* dosen belum juga datang. Ibu Titi dari TU IF malah ngasih tau SMS dari dosennya yang berbunyi, "Bubarkan aja kelas saya. Rapatnya masih lama".

Oh, rupanya sedang ada rapat STEI bertempat di Gedung Labtek VIII Achmad Bakrie. Langsung saya berinisiatif memberitahukan kepada teman-teman yang masih di kelas *jumlahnya tentu cuma sedikit, banyak yang masih mengerjakan tubes, pastinya kaum deadliner*. Spontan teman-teman bereaksi senang. Tapi gak tanggun-tanggung Hendy malah nanya gini, "Basdat ntar ada gak?"

"Ya mana saya tau, anggap aja ada." Meski demikian, saya tetap saja tanya ke TU lagi untuk memastikan, ya jujur senang aja kalau ada waktu tambahan untuk tubes. Ibu Titi sampai hampir ketawa dengar pertanyaan saya. Dia jawab, "Ya kan gak ada pemberitahuan." Duh jadi malu kan? Salah siapa coba? Nah, tapi pas saya balik ke lantai 3, malah ketemu dosennya. Trus, saya tanya aja kuliahnya ada apa gak. Dan katanya ada. Langsung saya balik ke kelas dan memberi tahu ke seisi kelas. Yah, malah dijawab gini, "Mestinya CH nanya gini donk, 'Pak, kuliah gak ada kan? Kami kan ada deadline nanti jam 17.00.'"

"Ah, masa sih ngomong gitu ke dosen. Kamu aja sana," jawab saya. Lagian, Hendy bukannya udah selesai ya? Di Milestone pertamaxx lagi! *ungkapan STTM yang gagal pertamaxx*

Hehe, peace Hend. Saya gak maksud menyinggung secara pribadi koq. Tapi saya heran aja, koq jadi mahasiswa fobia amat sama kuliah. Lagian yang ngomong/berpikiran kayak kamu di kelas tadi gak cuma satu. Ya, emang ngerti sih. Kesel banget kalo udah nungguin, dosennya gak datang-datang. Tapi masa sih, mesti membujuk dosen supaya meniadakan kuliah. Aneh banget kan kalo ada mahasiswa yang gitu. Pake minta-minta teman yang nanyain lagi.

Catatan kaki: Saya akhirnya gak jadi menggunakan laptop duktek untuk menge-burn CD. Thanks to Ginanjar.

Rabu, 11 Februari 2009

Makin Aneh Aja Berita Sekarang Ini

Setelah kasus kematian mahasiswa ITB saat kaderisasi, saya menemukan dua berita aneh lagi dari internet. Huh, kenapa sih aneh-aneh aja?
Nih, coba baca:

Minggu, 01 Februari 2009

Sari Cerita Sepekan dan Mimpi Terakhir Minggu Ini

Judulnya mengingatkan kita pada siaran TVRI puluhan tahun yang lalu, bahkan sebelum saya lahir (Lah koq tau? Ya dari YouTube lah). Tetapi, judul ini saya buat karena saya tidak sempat malas membuat posting yang menarik selama pekan terakhir liburan ini. Tapi, berhubung banyak yang ingin disampaikan. Saya buat dan saya rangkum semuanya dalam satu posting.

  1. Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009
  2. Menurut guru SD saya, gerhana matahari selalu terjadi pada bulan mati (awal bulan sideris seperti pada kalender Imlek dan Hijriyah). Dan tanggal 26 Januari 2009 adalah Tahun Baru Imlek (tanggal 1 bulan 1, fase bulan baru/mati). Gerhana matahari terjadi karena tertutupnya Matahari oleh Bulan. Orang-orang pada zaman dahulu mungkin menganggap peristiwa ini menakutkan. Maklum, karena tiba-tiba di hari yang cerah langit menjadi gelap gulita selama beberapa saat. Hal ini pun menimbulkan berbagai mitos, salah satunya adalah harus bersembunyi saat terjadi gerhana. Sebenarnya, peristiwa ini tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Ini berkat adanya ilmu astronomi. Ketika Matahari, Bulan, dan Bumi (secara berturut-turut) berada pada satu garis lurus, maka ada satu tempat di Bumi yang penyinaran Mataharinya tertutup Bulan; hal inilah yang menimbulkan gerhana. Berkat adanya ilmu astronomi ini pulalah, peristiwa gerhana dapat diramal (baca: diperhitungkan).


    Gambar 1: Terjadinya gerhana matahari total maupun cincin. Sumber: http://upload.wikimedia.org/

    Mengenai mitos harus bersembunyi ketika terjadi gerhana, hal ini dapat dijelaskan dengan pendekatan ilmu fisika dan kesehatan. Sering diingatkan sekarang ini, bahwa melihat gerhana matahari secara langsung dapat merusak mata, bahkan berakibat kebutaan, gerhana dapat dilihat melalui klise film berlapis-lapis, kacamata hitam khusus (kacamata hitam biasa sebenarnya tidak disarankan), kacamata las, atau dapat melihat secara tidak langsung menggunakan kertas atau baskom air. Pada zaman dahulu, tak banyak orang yang mengetahui cara-cara ini. Sehingga, untuk "mengamankan" anak-anak, mungkin para orang tua mempunyai cara menakut-nakuti anak-anak agar tidak keluar rumah dan bersembunyi bila terjadi gerhana. Bentuk cincin pada gerhana kali ini terjadi akibat ukuran Bulan yang nampak lebih kecil daripada ukuran Matahari. Di tempat-tempat tertentu, gerhana matahari cincin dapat terlihat, sementara di tempat lainnya, gerhana matahari hanya terlihat sebagai gerhana matahari sebagian (Matahari terlihat berbentuk sabit)

    Nah, sekarang, bagaimana dengan gerhana matahari kali ini? Kebetulan gerhana dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia. Provinsi-provinsi yang terkena gerhana matahari cincin (menurut peta yang saya baca) adalah Banten, Lampung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, tempat-tempat lainnya, seperti DKI Jakarta, Bandung, dan Bogor (tempat saya menghabiskan waktu liburan kali ini) hanya dapat melihat gerhana matahari sebagian. Tak masalah, karena gerhana matahari sebagian juga menarik untuk dilihat (btw, saya sudah menyiapkan kacamata hitam minus [dua lapis: satu lapis hitam, satu lapis gelap parsial]; di TMII, Jakarta, orang-orang ramai melihat gerhana dengan teropong khusus dari PP-Iptek). Sayangnya, karena sekarang ini musim hujan, sulit untuk melihat peristiwa gerhana di langit. Oleh karena itu, ya cara lain ditempuh, antara lain dengan melalui streaming internet dan YM sambil bolak-balik keluar-masuk kamar liat langit. Mengapa YM? Karena, kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang di daerah lain berkilometer-kilometer jauhnya, sehingga dapat bertukar informasi mengenai gerhana. Benar saja, pas buka YM pukul 16-an (puncak gerhana dilaporkan akan terjadi kira-kira pk 16.42 WIB), banyak yang status message-nya mengeluhkan awan mendung, menunggu gerhana, dsb. Kebetulan teman saya, Fanny (EL'07), yang saat itu berada di Pontianak, sedang OL, tetapi dia mengatakan bahwa yang dia dengar, gerhana itu jam 15-an dan tidak sempat melihat karena hujan di sana. Langsung saya kasi tau aja gerhananya tuh masih jam 16.42. Tapi setelah saya kembali ke laptop (di rumah, saya pake laptop ortu), rencananya mau ngobrol lagi dengan Fanny, dia sudah off. Ya sudah, nanti saja kalau bertemu lagi, pikir saya.

    Kira-kira 16.45, saya mencoba melihat di langit, memang banyak awan, tetapi mataharinya terlihat. Nah, waktu itu, ada awan bergerak menutupi matahari, kemudian bergerak pergi. Saya melihat, ketika awan itu pergi, rasanya matahari bentuknya jadi aneh, seperti terhalang awan hitam berbentuk batu. Saya jadi ragu, apa itu bulannya. Ternyata, begitu saya cocokkan di TV, benar bentuk matahari saat gerhana menjadi seperti itu. Wah, ternyata berhasil juga ya melihat gerhana.

  3. Coklat putih, bika ambon, dan martabak mesir
  4. Waktu saya menonton TV, ada iklan susu balita yang isinya ada anak kecil bertanya, "Koq coklat putih?", kemudian juga, ''Katanya dari Medan, koq oleh-olehnya bika ambon, kan beda kota?"

    Oleh iklan tersebut, anak ini dikatakan cerdas. Akan tetapi, yang ada di pikiran saya waktu itu adalah, "Nih anak freak banget sih. Kecilnya udah kayak gini, ntar gedenya kayak gimana ya?" Hm, saya akhirnya menyesal telah berpikir seperti itu. Bagaimanapun, anak ini memiliki keingintahuan yang besar dan positif. Ibarat pepatah, "Malu bertanya sesat di jalan". Inilah yang saya alami. Ceritanya, dulu, waktu makan di restoran masakan Padang, saya pernah melihat tulisan "Martabak Mesir". Saya waktu itu masih kelas 3 SD dan saya pikir itu benar-benar makanan khas Mesir. Akan tetapi, ketika saya sedang berbincang-bincang di unit saya, KSEP, baru saya tahu bahwa martabak mesir itu asli Sumatera Barat. Hoho, pantes adanya di restoran Padang. Asumsi salah ini terjadi selama bertahun-tahun hanya karena malas bertanya.

Sekarang, mimpi terakhir minggu ini:

Minggu, 1 Februari 2009, saya berangkat ke Bandung. Semalam sebelumnya, saya bermimpi aneh. Begini ceritanya, saya seperti sedang berada di masa lalu (berkunjung dengan mesin waktu dan tidak memikirkan kapan dan bagaimana kembali ke masa sekarang). Setting-nya di Gerbang Ganesha, kampus ITB. Saat itu, ada sekumpulan mahasiswa berwajah tegang, berbaris rapi, pakaiannya tidak seragam, bahkan terkesan acakadut, dipimpin oleh sekitar tiga orang mahasiswa berjaket almamater yang berteriak-teriak a la danlap. Mereka sepertinya sedang demonstrasi atau mempersiapkan demonstrasi (yang jelas bukan kaderisasi). Ngeri juga ya, tetapi waktu itu saya berpikir, mereka tidak dapat berinteraksi dengan saya. Menurut ingatan saya dalam mimpi, waktu yang saya lihat itu adalah pada masa pemberontakan Tiananmen (Woh, kenapa demonstrasi di Tiananmen, tapi yang heboh di ITB? Namanya juga mimpi). Waktu itu, karena suasana semakin mencekam, saya akhirnya bersembunyi di dekat deret ATM. Entah bagaimana, saya jatuh kemudian ada dosen IF, wanita, dosen wali 2007 tetapi bukan wali saya, sebut saja namanya Ibu A, juga satu teman saya (kalau tidak salah; saya lupa siapa). Ibu A kemudian bercakap-cakap dengan saya, bercerita tentang peristiwa ini, saya sendiri lupa apa isi ceritanya. Lalu saya tanya, "Mungkin di masa ini saya masih kecil ya, Bu? Ini tahun berapa sih?"

Ibu A menjawab, "Ini terjadi sekitar awal 1989."

Saya pun membalas, "Wah, waktu ini berarti saya belum lahir, Bu. Ngomong2 bagaimana sih bisa jadi mesin waktu seperti ini?"

Sejak kapan dosen IF bisa menjelaskan mesin waktu, pikir saya. Bukan menghina, tetapi kan bukan bidangnya, pikir saya juga. Namanya juga mimpi. Ibu A menjawab, "Prinsipnya sederhana, ini memanfaatkan molekul air yang kutub-kutubnya saling memisah."

Ah, tambah gak masuk akal aja deh (Namanya juga mimpi). Tapi, di sini pas saya lagi mendengar penjelasan Ibu A, Ibu A-nya keburu menghilang (gak kerasa ajaib kalo di mimpi), lalu scene mimpi pun berganti-ganti semakin tidak jelas, sehingga sulit diingat.

Yang saya ingat, akhirnya scene beralih menjadi di gedung sekolah yang sudah agak tua, seperti sekolah saya ketika kelas 1 SMP dulu, di ruang kelas. Yang saya masih ingat, waktu itu ada Ivan Ibnualim (STI 2007) keluar ruangan, ditanyain sama orang di ambang pintu. Lalu di dalam ruangan ada Ketua KSEP dan satu orang lagi, saya lupa siapa, tetapi saya kenal (kenal di mimpi belum tentu besok masih ingat loh). Waktu itu sedang membicarakan suatu tempat, kalau tidak salah namanya Surya Sari (lupa tempat apa, rasanya sih tempat makan; gak tau juga nulisnya benar atau tidak, dasar mimpi). Dan di mimpi saya jadi teringat bahwa dulu Fanny (masih orang yang sama yang tadi disebut di bagian gerhana) pernah berencana ke situ. Saya juga lupa untuk apa, tetapi waktu itu saya ingat belum sempat tanya Fanny soal itu. Ketua KSEP juga bilang bahwa untuk ke tempat itu, harus naik angkot jurusan Tumenggung - Tininjing (trayek nomor berapa nih? Tapi masih ingat saja sampai sekarang, aneh). Saya, dalam mimpi itu, juga ingat Fanny pernah bilang soal Tumenggung - Tininjing (Aneh memang, dalam mimpi kita bisa punya ingatan akan hal tertentu, padahal kita yakin, ketika terjaga, tidak pernah mendengar hal itu baik secara nyata atau dalam mimpi yang lalu). Kata Ketua KSEP, dari kampus (aneh lagi, kan lagi di gedung sekolah tua), angkotnya gak bisa langsung, harus naik dulu angkot lain (kalo gak salah sih Caringin, tapi gak tau apa Caringin - Sadang Serang. Lupa, namanya juga mimpi). Ketua KSEP juga bilang, kalo ke sana tuh jangan sendiri, soalnya jauh, bisa 30 menit naik Tumenggung - Tininjing. Pas saya tanya, Surya Sari itu di Tininjing apa bukan, Ketua KSEP bilang iya. Setelah itu, agak lupa juga, tetapi yang jelas saya terbangun. Balik lagi ke Bandung, kembali kuliah. Masuk semester IV. Tapi aneh, sampai sekarang masih ingat Tumenggung - Tininjing itu, di-search di Google tidak ada satu pun yang memuat kata "Tininjing", aneh. (Emang mimpi selalu aneh, tapi kenapa masih ingat ya?)

Karena bingung, saya tulis di sini.

"Tuhan, kuatkan saya dalam kebimbangan."

Sekian sari cerita sepekan dan mimpi terakhir minggu ini. Selamat malam. /* Gayanya TVRI banget, coba liat deh di layar tancap */

Jumat, 09 Januari 2009

Nilai Ujian Tengah Semester IF2030-Algoritma dan Struktur Data

Selama ini, sering ada spekulasi mengenai nilai rata-rata Ujian Tengah Semester (UTS) untuk mata kuliah Algoritma dan Struktur Data (IF2030), atau biasa disingkat Algostrukdat atau Algo. Mata kuliah ini tidak hanya diambil oleh mahasiswa Teknik Informatika, tetapi juga Teknik Elektro, sejak adanya kurikulum baru 2008.

Ada yang beranggapan nilai rata-rata berkisar pada 60-an, ada pula yang beranggapan 70-an, dan ada pula yang beranggapan nilai rata-ratanya di bawah 60. Hal ini menimbulkan rasa waswas di kalangan mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Informatika yang khawatir akan nilainya. Sering terdengar pertanyaan klasik, "Batas A-nya berapa sih?" atau "Kalo 60 udah A belum ya?" Jawabannya, kita semua sama-sama gak tau.

Nah, daripada nebak-nebak dan ngegosip, mending itung aja deh sendiri, daftar nilai seluruh kelas bisa diunduh dari web kuliah IF2030, tapi memang di situ gak ada rata-ratanya, jadi harus menghitung sendiri. Persoalannya, seniat itu ngitung satu-satu pake kalkulator? Eh, serius, kan gak bisa disalin langsung menjadi bentuk tabel di Word atau Excel. Tapi ada cara ngakalinnya nih:

  1. Salin semua isi tabel ke dalam Notepad.
  2. Dengan Find & Replace, ganti semua spasi menjadi ',' atau ';', tergantung regional setting komputer.
  3. Simpan sebagai .csv (comma separated values)
  4. Buka dengan Microsoft Excel, atau sejenisnya.
  5. Data siap diolah dengan lebih mudah.
Nah, saya sendiri sudah mencoba menghitung, hasilnya ada di bawah nih:

Secara ringkas terlihat bahwa rata-rata seluruh kelas untuk semester I tahun ajaran ini (2008/2009) adalah 37,49. Menurut informasi dari web kuliah lama (dahulu kodenya IF2182), nilai rata-rata UTS tahun ajaran lalu, semester I (2007/2008), adalah 28,86.

Karena keterbatasan waktu, saya tidak membuat analisisnya pada blog ini. Saya memberikan kesempatan bagi teman-teman IF maupun EL yang memiliki blog untuk membuat analisisnya di blog masing-masing.

Ada kritik/saran, silakan komentar. Bagi yang membuat analisis, mohon berikan URL di komentar juga.

Senin, 08 Desember 2008

Federasi Afrika Timur (Kemajuan Wilayah atau Ambisi Personal?)

Burundi, Kenya, Rwanda, Tanzania, dan Uganda adalah nama lima negara di Afrika Timur. Namun, jika berjalan sesuai rencana, mulai tahun 2013, kelimanya akan menjadi negara tunggal bernama Federasi Afrika Timur, dengan populasi 127,139,000 jiwa dan luas wilayah 1,820,664 km², di bawah satu presiden, dan dengan ibukota direncanakan di Arusha, Tanzania.

Tahun 2010 direncanakan menjadi pencanangan federasi politik di wilayah tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan rencana tersebut terealisasi lebih awal. Pasalnya, kini telah dilakukan upaya untuk mempercepat penyatuan ini.

Jika hal ini menjadi kenyataan, ada beberapa konsekuensi, antara lain

  1. pembukaan batas-batas negara
  2. kesatuan ekonomi (termasuk mata uang tunggal)
  3. kesatuan pertahanan termasuk ruang udara (airspace)
  4. kesatuan geografi, termasuk sumber daya alam.
  5. kesatuan sosial dan identitas kebangsaan.

Sejak 2004, telah direncanakan tahap-tahap untuk persatuan wilayah yang nantinya akan menjadi Federasi Afrika Timur, antara lain pembukaan ruang udara yang direncanakan berlaku Agustus 2005.

Siapakah pengusung rencana ini? Jawabannya adalah Bapak Yoweri Museveni, Presiden Uganda sekarang.

Dengan federasi politik seperti ini, tentu saja ada banyak kebaikan yang dapat diperoleh rakyat Afrika Timur, misalnya dengan persatuan ekonomi, perekonomian akan menjadi semakin kuat, misalnya dengan proses perniagaan yang lebih leluasa antarwilayah di Afrika Timur, juga sumber daya alam yang semakin banyak (karena penambahan luas wilayah) dan tidak lagi terkendala batas-batas negara. Kemudian, pertentangan akibat konflik batas negara juga akan menjadi lebih kecil.

Di lain pihak, rencana ini pun bukannya tanpa penolakan. Di Tanzania, sekitar 80 persen responden untuk sebuah penelitian terkait penyatuan wilayah ini menolak rencana pembentukan Federasi Afrika Timur. Wajar saja, karena hal itu terkait kondisi ekonomi dan politik di Tanzania, yang memang tertinggal dibanding negara tetangga seperti Kenya. Selain itu, banyak pihak yang menilai bahwa rencana ini terlalu teburu-buru dan masih banyak hal yang harus ditempuh.

Sementara itu, Presiden Uganda Yoweri Museveni pada tahun 2006 pernah menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya sebelum rencana penyatuan Afrika Timur terealisasi. Secara terang-terangan ia menyatakan ingin menjadi presiden Federasi Afrika Timur. Dengan adanya rencana percepatan penyatuan ini, yang masih menimbulkan pro dan kontra, motivasi percepatan penyatuan ini dapat menjadi dipertanyakan. Apakah memang murni untuk peningkatan daya saing Afrika Timur, atau malah ambisi pribadi dari (para) pemimpin negara-negara tersebut? Kita lihat saja bagaimana jadinya.

Referensi:

(Disclaimer: tulisan di atas adalah gabungan dari saduran dari referensi yang diambil dan interpretasi pemahaman penulis. Pemikiran penulis mungkin saja berbeda dari kenyataan yang ada)

Jumat, 05 Desember 2008

Memperkenalkan blog baru

Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya membuat blog baru di blogspot.
Pertimbangan tersebut antara lain
1. Memberikan alternatif link bagi para pembaca yang biasanya melihat blog lama.
2. Menerima komentar masuk dengan lebih mudah
3. Dapat dilakukan cross-post dengan blog sebelumnya (dalam pengujian).
4. Lebih dapat diprogram untuk menjalankan skrip-skrip perluasan HTML.
Blog lama akan tetap dipelihara dan tetap digunakan.
Selamat membaca.

-CH-

Uji coba cross-post

Yth. Pembaca,

Terhitung hari Jumat, 5 Desember 2008 malam, saya membuka blog baru di Blogspot. Sementara blog Multiply ini tidak akan ditinggalkan, saya akan melakukan posting silang (cross-post) setiap menuliskan blog ini jika dimungkinkan oleh penyedia layanan blog.

Arsip Blog